PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SUGIANTO IKIP MATARAM ANGKATAN 2008

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I : PENDAHULUAN

A.     Latar belakang

B.     Batasan Masalah

BAB II : PEMBAHASAN

A.     Pengertian Keluarga

B.     Tipe Keluarga

C.     Fungsi Keluarga

D.     Tahapan dan Tugas Perkembangan Keluarga

E.      Tugas Keluarga di Bidang Kesehatan

BAB III : PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Makalah ini kami susun sebagai tugas kelompok yang beranggotakan tiga orang. Makalah ini sebagai tugas perdana perkembangan peserta didik yang membahas mengenai perkembangan peserta didik pada fase keluarga, didasari dengan rasa keingin tahuan dan juga sebagai tugas dari dosen pembimbing peda mata kuliah perkembangan peserta didik, makalah ini tersusun berdasarkan hasil pencarian pada beberapa resource di beberapa website yang kami kaji secara lebih detail yang di harapkan bisa mamberikan pemahaman secara lebih luas dan mendalam mengenai perkembangan-perkembangan yang dialami peserta didik pada fase keluarga itu sendiri.

B. BATASAN MASALAH

Dalam makalah ini kami memfokuskan untuk menguraikan tentang pengertian dari fase keluarga,  tipe-tipe keluarga dan bagaimana fungsi keluarga dalam pendidikan. Dengan kami buat batasan masalah ini diharapkan bisa lebih memudahkan dan memfokuskan pembaca hingga dapat mengerti apa yang kami maksud dan juga dapat menangkap dengan jelas pesan-pesan yang kami sampaikan dalam makalah ini. Disamping itu juga pemberian batasan masalah beretujuan untuk memberikan pejelasan secara effective agar permasalahan yang kami bahas tidak melebar, yang tentunya akan mempermudah pembaca dalam memehami apa yang kami maksud.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB  II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Keluarga

Definisi keluarga menurut Burgess dkk dalam Friedman (1998), yang berorientasi pada tradisi dan digunakan sebagai referensi secara luas :

1) Keluarga terdiri dari orang-orang yang disatukan dengan ikatan
perkawinan, darah dan ikatan adopsi.

2)      Para anggota sebuah keluarga biasanya hidup bersama -sama dalam satu rumah tangga, atau jika mereka hidup secara terpisah, mereka tetap
menganggap rumah tangga tersebut sebagai rumah mereka.

3)      Anggota keluarga berinteraksi dan berkomunikasi satu s ama lain dalam peran-peran sosial keluarga seperti suami -istri, ayah dan ibu, anak laki-laki dan anak perempuan, saudara dan saudari.

4)      Keluarga sama-sama menggunakan kultur yang sama, yaitu kultur yang
diambil dari masyarakat dengan beberapa cirri unik terse ndiri. Menurut Whall dalam Friedman (1998), mendefinisikan keluarga sebagai kelompok yang mengidentifikasi diri dengan anggotanya terdiri dari dua individu atau lebih, asosiasinya di cirikan oleh istilah-istilah khusus, yang boleh jadi tidak diikat oleh hu bungan darah atau hukum, tapi berfungsi sedemikian rupa sehingga mereka menganggap diri mereka sebagai sebuah keluarga.

Menurut Departemen Kesehatan dalam Effendy (1998), mendefinisikan bahwa keluarga adalah sebagai unit terkecil dari masyarakat , terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan .

Menurut Friedman dalam Suprajitno (2004), mendefinisikan bahwa keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional dan individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga.

 

B. Tipe Keluarga

Ada enam tipe keluarga menurut Effendi (1998), yaitu :

1) Keluarga inti (Nuclear Family), terdiri dari ayah, ibu, dan anak -anak.

2) Keluarga besar (Extended Family), adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudar

misalnya: nenek, kakak, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.

3) Keluarga berantai (Serial Family), terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.

4) Keluarga duda/janda (Single Family), adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.

5) Keluarga berkomposisi (Composite), adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.

6) Keluarga kabitas (Cohabitation), adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.

Keluarga Indonesia umumnya menganut tipe keluarga besar (Extended Family), karena masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku hidup dalam suatu komunitas dengan adat istiadat yang sangat kuat.

C.     Fungsi Keluarga

Ada lima fungsi yang dapat dijlankan keluarga menurut Effendi ( 1998), yaitu :

1) Fungsi biologis

a) Untuk meneruskan keturunan.

b) Memelihara dan membesarkan anak .

c) Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

d) Memelihara dan merawat anggota keluarga .

2) Fungsi psikologis

a) Memberikan kasih sayang dan rasa aman .

b) Memberikan perhatian diantara anggota keluarga .

c) Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga .

d) Memberikan identitas keluarga.

3) Fungsi sosialisasi

a) Membina sosialisi pada anak.

b) Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

c) Meneruskan nilai-nilai budaya.

4) Fungsi ekonomi

a) Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

b) Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

c) Menabung untuk memenuhi kebutuhan -kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua dan sebagainya.

5) Fungsi pendidikan

a) Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan , dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.

b) Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan dating dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.

c) Mendidik anak sesuai dengan tingkat -tingkat perkembangannya.

D. Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga

Siklus kehidupan setiap keluarga mempunyai tahapan-tahapan. Seperti individu-individu yang mengalami tahap pertumbuhan dan perkembangan yang berturut-turut, keluarga juga mengalami tahap perkembangan yang berturut-turut. Adapun tahap-tahap perkembangan menurut Duvall dan Miller dalam Friedman (1998) adalah :

1)      Tahap I : keluarga pemula

Perkawinan dari sepasang insan menandai bermulanya sebuah keluarga baru dan perpindahan dari keluarga asal atau status lajang ke hubungan baru yang intim.

2)      Tahap II : keluarga sedang mengasuh anak

Dimulai dengan kelahiran anak pertama hingga bayi berusia 30 bulan.

3)      Tahap III : keluarga dengan anak usia pra sekolah

Dimulai ketika anak pertama berusia dua setengah tahun, dan berakhir ketika anak berusia lima tahun.

4)      Tahap IV : keluarga dengan anak usia sekolah

Dimulai ketika anak pertama telah berusia enam tahun dan mulai masuk sekolah dasar dan berakhir pada usia 13 tahun, awal dari masa remaja.

5)      Tahap V : keluarga dengan anak remaja

Dimulai ketika anak pertama melewati umur 13 tahun, berlangsung selama enam hingga tujuh tahun. Tahap ini dapat lebih singkat jika anak meninggalkan keluarga lebih awal atau lebih lama jika anak masih tinggal di rumah hingga berumur 19 atau 20 tahun.

6)      Tahap VI : keluarga yang melepas anak usia dewasa muda

Ditandai oleh anak pertama meninggalkan rumah orang tua dan berakhir dengan “rumah kosong,” ketika anak terakhir meninggalkan rumah.

Tahap ini dapat singkat atau agak panjang, tergantung pada berapa banyak anak yang belum menikah yang masih tinggal di rumah.

Fase ini ditandai oleh tahun-tahun puncak persiapan dari dan oleh anak -anak untuk kehidupan dewasa yang mandiri.

7)      Tahap VII : orangtua usia pertengahan

Dimulai ketika anak terakhir meninggalkan rumah dan berakhir pada saat pensiun atau kematian salah satu pasangan.

8)      Tahap VIII : keluarga dalam masa pensiun dan lansia

Dimulai dengan salah satu atau kedua pasangan memasuki masa pensiun, hingga salah satu pasangan meninggal dan berakhir dengan pasangan lainnya meninggal.

Sedangkan tugas-tugas perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah menurut Duvall dan Miller, Carter dan McGoldrik dalam Friedman (1998) yaitu :

1) Mensosialisasikan anak-anak, termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman seba ya yang sehat.

2) Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan .

3) Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga.

E. Tugas Keluarga di Bidang Kesehatan

Keluarga mempunyai tugas di bidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan, meliputi (Suprajitno, 2004):

1) Mengenal masalah kesehatan keluarga.

Orang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan -perubahan yang dialami anggota keluarga. Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian orang tua atau keluarga.

2) Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga.

Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa di antara keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga. Tindakan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi atau bahkan teratasi.

3) Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.

4) Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga.

5) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi keluarga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

Keluarga memiliki peranan atau fungsi yang sangat krusial pada perkembangan peserta didik mulai dari fungsi biologis, pisikologis, ekonomis, hinggga pendidikan, dimana setiap fungsi ini memiliki keterkaitan masing-masing. Di dalam keluarga anak dibesarkan, dirawat dipenuhi segala macam gizi yang dibutuhkannya, bisa dikatakan merupakan fase mutlak yang harus ada. Sedangkan keluarga dalam fungsi psikologis wajib memberikan rasa aman kepada anaknya, memberikan kasih dan sayang hingga mampu membentuk kepribadian sang anak hingga dia bisa hidup mandiri nantinya. Dalam bidang pendidikan keluarga memiliki fungsi memberikan pendidikan kepada anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, ini bertujuan untuk mempersiapkan sekill dan kemampuan anak guna menghadapi masa dewasanya nanti.

Dalam fase keluarga terdapat beberapa tahapan mulai dari tahapan pemula hingga pada tahapan pensiun atau lansia, dimana pase pemula ditandai dengan pernikahan sepasang insan yang membentuk keluarga baru hingga lahirnya seorang anak, kemudian masuk sekolah, hingga bisa mandiri dan membangun keluarga baru dan sampai di masa pensiun atau lanjut usia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s